Jumat, 20 April 2012

SISTEM SARAF


BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Komunikasi antar sel pada organism unisel ataupun multisel tergantung pada stimuli kimia. Molekul spesifik dibebaskan dari sel-sel sekresi dan ditransportkan ke sel lain dimana mereka akan berinteraksi dengan reseptor protein dan memicu suatu respon Adanya molekul sinyal pada prokariotik protista serta jamur yang identik dengan yang dijumpai pada vertebrata serta adanya fungsi ganda pada beberapa molekul vertebrata seperti hormon dan dan neurotransmitter memberikan bukti yang kuat bahwa system saraf dan endokrin memiliki asal evolusi yang sama.
Spesialisasi yang membedakan sisitem saraf dengan system saraf dengan sisitem komunikasi yang lain adalah adanya neuron yakni suatu sel yang dapat mengubah stimulus yang cocok menjadi sinyal elektrokomia yang secara cepat akan dikonduksi melalui neuron itu sendiri dan seringkali dengan menempuh jarak yang jauh. Neuron selanjutnya akan mentransmisi sinyal ini ke neuron yang lain melalui suatu hubungan yang disebut sinapsisi Biasanya hal ini dilakukan dengan membebaskan suatu molekul neurotransmitter khusus menuju ke sel-sel efektor seperti otot dan kelenjar.  
Sistem saraf manusia merupakan jalinan jaringan saraf yang saling berhubungan sangat khusus dan kpmleks system saraf ini mengkoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interkasi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagaian besar system tubuh lainnya. Tubuh mampu berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena pengaturan hubungan saraf di antara berbagai system. Fenomena mengenai kesadaran, daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal dari system ini. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar, dan berespons terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi system saraf yang memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang. Berdasarkan hal ini maka dibuatlah makala tentang system saraf ini.




I.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan diungkap adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud sistem saraf ?
2.      Bagaimanakah organisasi struktural sistem saraf ?
3.      Apa yang dimaksud neuron ?
4.      Bagaimana proses impuls saraf ?
5.      Apa yang dimaksud Otak dan susum tulang belakang ?
6.      Apa penyakit pada system saraf ?

I.3. Tujuan
      Adapun tujuan Pembuatan makalah ini yaitu :
1.   Untuk mengetahui tentang sistem saraf
2.   Untuk mengetahui organisasi structural sistem saraf
3.   Untuk mengetahui tentang Neuron
4.   Untuk mengetahui impuls saraf
5.   Untuk mengetahui tentang otak dan sumsum tulang belakang
6.   Untuk mengetahui penyakit pada sistem saraf










BAB II
TEORI UMUM
II.1. PENGERTIAN SISTEM SARAF
Sistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Sistem saraf dalam tiga cara utama : (Sloane,Ethel.2004;154).
1. Input sensorik. Sistem saraf menerima sensai atau stimulus melalui resptor, yang terletak di tubuh naik eksternal maupun internal (Sloane,Ethel.2004;154).
2. Aktivitas integrative. Reseptor mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar disepanjang saraf sampai ke otak dan medulla spinalis uang kemudian akan menginterpretasi dan mengintegrasi stimulus sehingga respons terhadap informasi bias terjadi (Sloane,Ethel.2004;154)
3. Output motorik. Impuls dari ptak dan medulla spinalis memperoleh respons yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh, yang disebut sebagai efektor (Sloane,Ethel.2004;154).
II.2.     ORGANISASI SISTEM SARAF
Semua kegiatan aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan dan lainnya, di atur dan dikendalikan oleh satu sistem yang disebut "Sistem Saraf" atau Sistem Pengatur Tubuh (www.wikipedia.com).
Susunan Sistem Saraf
Sistem Saraf terbagi atas 3 bagian yaitu : (www.wikipedia.com).
1.    Sistem Saraf Pusat

Sistem Saraf pusat terdiri atas Otak dan Sumsum (saraf) Tulang Belakang. Otak kita terdiri dari otak besar dan otak kecil. Otak kecil berfungsi untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan otot tubuh serta menyeimbangkan tubuh. Letak Otak kecil terdapat tepat di atas batang otak. Otak besar berfungsi untuk menentukan tingkat kecerdasan, kepribadian, menterjemahkan sensor impuls dan perencanaan. Otak besar terletak di bagian depan otak (www.wikipedia.com).
2.    Sistem Saraf Perifer

Sistem Saraf Periferi, dibentuk oleh beberapa saraf yang berhubungan dengan sistem saraf pusat baik secara langsung maupun tidak langsung yang terdiri dari 12 pasang bagian tengkorak (www.wikipedia.com).

 Sistem perifer terbagi menjadi siste aferen dan eferen :   (Sloane,Ethel.2004;154).

a.  Saraf aferen (sensorik) mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP (Sloane,Ethel.2004;154).
b.  Saraf eferen (motorik) mentrasmisi inforasi dari SSP ke otot dan kelenjar. Sistem eferen dari system saraf perifer memiliki dua subdivisi (Sloane,Ethel.2004;154).

1.      Divisi somatic (volunter) berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan respons motorik volunteer pada otot rangka (Sloane,Ethel.2004;154).
2.      Divisi otonom (involunter) mengendalikan seluruh respons involunter pada otot polos, otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jalur (Sloane,Ethel.2004;154).
a.       Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalis (Sloane,Ethel.2004;154).
b.      Sraf parasimpatis berasal dari otak dan sacral pada medulla pinalis (Sloane,Ethel.2004;154).
II.3. NEURON
Neuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma. Setiap neuron berfungsi untuk menerima stimulus yang datang dari dan mengirim stimulus yang keluar ke saraf lain, otot, atau kelenjar. Neuron melewati dan menerima sinyal melalui perubahan aliran ion bermuatan listrik bolak-balik melintasi membrane sel neuron (Elizabeth, J.2009;207).

Kebanyakan neuron memiliki empat bagian : dendrit, ujung eferen yang menerima sinyal yang datang. Badan sel, bagian tengah yang mengandung nucleus. Alson, pemanjangan tempat lewatnya sinyal dan terminal akson, yang bercabang dari akson dan menyampaikan sinyal ke sel lain (Elizabeth, J.2009;207).

Neuron yang membawa informasi dari system saraf perifer ke system saraf pusat disebut neuron sensorik atau neuron aferen. Neuron yang membawa informasi keluar dari system saraf pusat ke berbagai organ target (sel otot, saraf lain atau kelenjar) disenut neuron motorik atau neurin eferen. Neuron yang menyampaikan pesan antara neuron aferen dan eferen disebut interneuron (Elizabeth,J.2009;209).

Neuron diklasifikasikan sebagai neuron unipolar, bipolar, atau multipolar sesuai dengan jumlah dan pola tonjolan badan sel neuron. Neuron unipolar mempunyai satu tonjolan yang kemudian bercabang dua dekat dengan badan sel. Neuron bipolar mempunyai dua tonjolan, satu akson dan satu dendrit. Neuron multipolar mempunyai beberapa dendrit dan satu akson yang dapat bercabang-cabang banyak sekali (Sylvia,A.2006;1013).

II.4. IMPULS SARAF

1.    Membran sel dalam keadaan istirahat dianggap bermuatan listrik atau terpolarisasi (Sloane,Ethel.2004;158).
2.    Potensial Istirahat (potensial membrane) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan kalium (K+) uang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. Perbedaan permeabilitas membrane terhadap ion ini dan ion lain (Sloane,Ethel.2004;158).

a.    Membran neuron sangat permeable terhadap ion K+ dan Cl- serta relative impermeable terhadap ion Na+ (Sloane,Ethel.2004;158).
b.    Membran ini impermeable terhadap molekul protein intraselular yang bermuatan negative (Sloane,Ethel.2004;158).
c.    Konsentrasi ion K+ di dalam membrane sel lebih tinggi daripada luar membrane sel, konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada did ala sel (Sloane,Ethel.2004;158).
d.   Karena tingkat pereabilitas mebran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada terhadap ion Na+, aka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ kedalam sel (Sloane,Ethel.2004;158).
e.    Saat ion K+ bermuatan positif keluar dari sel, ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negative yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membrane. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegativitas (Sloane,Ethel.2004;158).

Akhirnya pompa natrium akan eresolasi konsentrasi Na+  dan K+ ke tingkat semula. Akibatnya potensial aksi dapat bergerak sepanjang akson dengan cepat tanpa perubahan substansial yang terjadi pada konsentrasi internal ion Na+ dan K+ (Tim Dosen Unhas Biologi.2000;94).

II.5. OTAK DAN SUMSUM TULANG BELAKANG

Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang belakang (Latin: 'medulla spinalis'). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis (www.wikipedia.com).

Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut: (www.wikipedia.com).

1.      Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Diantara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural (www.wikipedia.com).

2.      Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik (www.wikipedia.com).

3. Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak (www.wikipedia.com).

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu : (www.wikipedia.com).

1. Badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) (www.wikipedia.com).
2. Serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) (www.wikipedia.com).
  3. Sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat (www.wikipedia.com).

            Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih (www.wikipedia.com).

II.5.1.  Otak

Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol (www.wikipedia.com).

• Otak besar (serebrum)

Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan (www.wikipedia.com).

Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang (www.wikipedia.com).




• Otak tengah (mesensefalon)

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran (www.wikipedia.com).

• Otak kecil (serebelum)

Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan (www.wikipedia.com).

• Sumsum sambung (medulla oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan (www.wikipedia.com).
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip (www.wikipedia.com).
   • Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang (www.wikipedia.com).

II.5.2.  Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motorik (www.wikipedia.com).

II. 6.   Patofisiologi Sistem Saraf

1.    Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah demensia progresif yang ditandai dengan kematian luas neuron otak, terutama di area otak yang disebut leus basalis (Elizabeth,J.2009;255).

2.    Sindrom Guillain-Barre
Sindrom Guillain-Barre adalah penyakit sistem saraf perifer yang ditandai dengan awitan mendadak paralisis atau paresis otot (Elizabeth,J.2009;266).

3.    Stroke
            Kerusakanotak terjadi jika pasokan darah otak terjambat akibat adanya sumbatan atau pendarahan dari salah satu arteri pemasok (Steve,Parker.2007).
             Pendarahan intrasereberum terjadi dalam jaringan otak merupakan penyebab utama stroke do orang usia lanjut yang memiliki hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan tambahan tekanan di dalam arteri kecil otak, menyebabkan rupture (pecah) (Steve,Parker.2007).

4.    Pendarahan Subaraknoid
            Penyebab pendarahan suvaraknoid ada;ah yanh paling banyak adalah pecanya aneursima buah beri sebuah bentuk pembengkakan abnormal arteri serebral menyerupai buah beri. Penyebab utama lain adalah pecahnya malformasi arteriovenul sebuah keadaan abnormal kusutnya pebuluh darah (Steve,Parker.2007).

5.    Serangan Iskeik Transien
            Secara mendadak dan cepat sebagian otak tidak mampu bekerja akibat sumbatan pasokan darah otak (Steve,Parker.2007).
            Sebuah serangan iskemik transien enghasilkan gejala sementara menyerupai stroke, biasanya selaa beberapa menit sampai beberapa ja dan tidak memiliki efek sesudahnya (Steve,Parker.2007).



6.    Pendarahan Subdural
            Pecahnya vena menyebabkan pendarahan dalam tengkorak di antara dua membrane luar di sekitar otak (Steve,Parker.2007).
            Pendarahan dapat terjadi tiba-tiba setelah kepala terkena benturan hebat atau adanya pengumpulan darah perlahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu, sering akibat cedera kepala ringan. Gejala seperti sakit kepala, tasa bingung, dan mengantuk dapat timbul dalam waktu beberapa menit atau beberapa bulan bergantung kepada jenis pendarahan (Steve,Parker.2007).

7.    Pendarahan Subdural
            Penyebab dasar migrain tidak diketahui tapi perubahan diameter pembuluh darah di kulit kepala dan otak diketahui telah terjadi. Penelitia saat ini menunjukkan adanya gangguan aktivitas zat kimia otak serotonin. Pemicu serangan migrain meliputi stress, lupa makan, kurang tidur, dan beberapa makanan seperti keju dan coklat. Pada banyak wanita, migrain bersamaan dengan menstruasi. (Steve,Parker.2007).















DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011.” Sistem Saraf ”. Online.  Diakses dari http: //www.wikipedia.com, pada tanggal  19 Desember 2011 pukul 16.50 WITA
Elizabeth, J.2009.PATOFISIOLOGI.EGC;Jakarta.
Sloane, Ethel.2004.Anatomi dan fisiologi untuk Pemula.EGC;Jakarta.
Steve, Parker.2007. Ensklopedia tubuh manusia. A Dorling Kindersley book; Jakarta.
Sylvia,A.2006. PATOFISIOLOGI.EGC;Jakarta.
Tim Dosen Biologi UNHAS.2000.BIOLOGI DASAR.UNHAS;Makassar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar