Senin, 23 April 2012

Sistem Kardiovaskuler


  
·         Sistem kardiovaskular terdiri dari :
1. Jantung
2. Pembuluh darah

1.        JANTUNG
Jantung terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga thoraks. Berukurankurag lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm,lebar 8-9 cm, dan tebal 6 cm. Mempunyai berat sekitar 250-300 gr (  sebesar kepalangenggam tangan pemiliknya). Basis jantung menghadap ke bahu kanan, apex jantungmenghadap ke panggul kiri. Jantung tersusun oleh otot jantung.

Batas-batasnya:
1. Atas : pembuluh-pembuluh besar (aorta, truncus pulmonalis)
2. Bawah : diafragma
3. Sisi-sisi: paru-paru
4. Belakang: aorta descending, esophagus, dan columna spinalis
Setiap  harinya jantung berdetak  100.000 kali dan dalam periode tersebut jantungmemompa 2.000 galon darah atau 7.571 liter darah


Lapisan Jantung
1.Epikardium       : Lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus. Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan parietal dan visceral. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lender sebagai pelicin untuk menjaga jantung dari gesekan.
2. Miokardium     : lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot jantung.
3. Endokardium   : lapisan jantung yang paling dalam dan terdiri dari jaringanendotel.



Bagian-bagian jantung

1. Atrium kanan
Merupakansalah satu sisi kanandari  jantung  dansebagian besar membentang  dibelakang  sternum.Darah  memasukiatrium melalui venacava superior padaujung atasnya, venacava  inferior  pada ujung  bawahnya,dan sinus koronariayang  membawa
darah dari jantung itu sendiri. Pada atrium kanan terdapat tonjolan kecil yangdisebut auricula kanan yang membentang di depan dari asal aorta dan arteripulmonalis.

2. Ventrikel kanan
Memiliki dinding tebal yang membentuk sebagian besar jantung depan. Atriumkanan dan ventrikel kanan dihubungkan oleh katub trikuspidalis yang terdiri dari tigahelai jaringan fibrosa yang diindungi endotelium. Katub ini memiliki tiga katub. Dasar dari masing-masing katub melekat pada ujung ostium. Perbatasan bebas dari masing-masing katbu dilekatkan oleh corda tendinae ke tonjolan konikal kecil dari jaringan ototyang timbul dari miokardium dan menonjol ke dalam ventrikel. Terdapat valvulasemilunaris pulmonalis yang menghubungkan ventrikel kanan dan arteri pulmonalis,dimana darah akan dibawa menuju ke paru-paru. Katub ini terdiri dari tiga buah daun semilunar.

3.Atrium kiri
Atrium kiri merupakan ruangan dengan dinding tipis yang terletak di sebelahbelakang jantung. Atrium kiri menerima darah dari dua vena pulmonalis yang berasaldari paru-paru.

4. Ventrikel kiri
Ventrikel kiri memiliki dinding tiga kali lebih tebal dari ventrikl kanan. Inidisebabkan oleh fungsi ventrikel kiri yang harus mendorong darah menuju ke seluruhtubuh. Ventrikel kanan dihubungkan ke aorta melalui valvula semilunaris aorta yang akanmembawa jantung menuju ke seluruh tubuh. Katub ini juga terdiri dari tiga buah daunsemilunar. Antara ventrikel kiri dan atrium kiri terdapat katub mitral (bikuspidalis) yang terdiri dari dua katub.  http://htmlimg1.scribdassets.com/77mdtb45c0uqcio/images/5-5a1f0373ed.jpg

Katub Jantung

Gambar . Katub pada Jantung

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap dari vena ke atria keventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu arah. Katup-katup terletak sedemikian rupa sehingga merekamembuka dan menutup secara pasif karena perbedaan tekanan, serupa dengantekanan pintu satu arah. Gradient tekanan ke arah depan mendorong katupterbuka, seperti anda membuka pintu dengan mendorong salah satu sisinya,sementara gradient tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup, sepertianda mendorong ke pintu sisi lain yang berlawanan untuk menutupnya.Perhatikan bahwa gradient ke arah belakang dapat mendorong katup menutup,tetapi tidak dapat membukanya : yaitu, katup jantung bukan seperti pintu ayun ditempat  minuman.
Keempat katup jantung berfungsi untuk mempertahankan aliran darah searahmelalui bilik - bilik jantung. Ada 2 jenis katup : katup antrioventrikularis (AV), yang memisahkan atrium dengan ventrikel dan katupsemilunaris,  yangmemisahkan arteria pulmonalis dan aorta dari ventrikel yang bersangkutan. Katup- katup ini membuka dan menutup secara pasif, menanggapi tekanan dan volume dalam bilik dan pembuluh darah jantung.

1.      Katup Atrioventrikularis (AV)

 
Katup atrioventrikularis terdiri dari katup trikuspidalis dan katub mitralis. Daun-daun katup atrioventrikularis halus tetapi tahan lama. Katup trikuspidalis yang terletak antara atrium dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup. Katup mitralis yang memisahkan atrium dan ventrikel kiri, merupakan katup bikuspidalis dengan dua buah daun katup. Daun katup dari kedua katup ini tertambat melalui berkas-berkas tipis jaringan fibrosa yang disebutkordatendinae. Kordatendinae akan meluas menjadi otot kapilaris, yaitu tonjolan otot pada dinding ventrikel. Kordatendinae menyokong katup pada waktu kontraksi ventrikel untuk mencegah membaliknya daun katup ke dalam atrium. Apabila kordatendinae atau otot papilaris mengalami gangguan (rupture, iskemia), darah akan mengalir kembali ke dalam atrium jantung sewaktu ventrikel berkontraksi.

2.      Kedua katup semilunaris sama bentuknya ;  katup ini terdiri dari 3 daun katup simetris yang menyerupai corong yang tertambat kuat pada annulus fibrosus. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedangkan katup pulmonalis terletak antara ventrikel kanan dan arteria pulmonalis. Katup semilunaris mencegah aliran kembali darah dari aorta atau arteria pulmonalis ke dalamventrikel, sewaktu ventrikel dalam keadaan istirahat. Tepat di atas daun aorta,terdapat kantung menonjol dari dinding aorta dan arteria pulmonalis, yang disebut sinus valsalva. Muara arteria koronaria terletak di dalam kantung-kantungtersebut. Sinus-sinus ini melindungi muara koronaria tersebut dari penyumbatan oleh daun katup,  pada waktu katup aorta terbuka.


2.        SIRKULASI DARAH
Ø  Sirkulasi Sistemik
Ventrikel kiri memompakan darah masuk ke aorta. Dari aorta darah di salurkan masuk kedalam aliran yang terpisah secara progressive memasuki arteri sistemik yang membawa darah tersebut ke organ ke seluruh tubuh kecuali sakus udara (Alveoli ) paru-paru yang disuplay oleh sirkulasi pulmonal. Pada jaringan sistemik arteri bercabang menjadi arteriol yang berdiameter lebih kecil yang akhirnya masuk ke bagian yang lebar dari kapiler sistemik.Pertukaran nutrisi dan gas terjadi melalui dinding kapiler yang tipis, darah melepaskan oksygen dan mengambil CO2 pada sebagian besar kasus darah mengalir hanya melalui satu kapiler dan kemudian masuk ke venule sistemik.Venule membawa darah yang miskin oksigen. Berjalan dari jaringan dan bergabung membentuk vena systemic yang lebih besar dan pada akhirnya darah mengalir kembali ke atrium kanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi sistemik:
·         Curah jantung
·         Aliran tekanan
·         Tahanan sirkulasi iskemik
Ø  Sirkulasi Pulmonal
Dari jantung kanan darah dipompakan ke sirkulasi pulmonal. Jantung kanan menerima darah yang miskin oksigen dari sirkulasi sistemik. Darah di pompakan dari ventrikel kanan ke pulmonal trunk yang mana cabang  arteri pulmonary membawa darah ke paru-paru kanan dan kiri.Pada kapiler pulmonal darah melepaskan CO2 yang di ekshalasi dan mengambil O2.Darah yang teroksigenasi kemudian mengalir ke vena pulmonal dan kembali ke atrium kiri.Tekanan berbagai sirkulasi karena jantung memompa darah secara berulang ke dalam aorta.Tekanan diaorta menjadi tinggi rata-rata 100 mmHg,karena pemompaan oleh jantung bersifat pulsatif,tekanan arteri berfluktuasi antara systole 120 mmHg dan diastole 80 mmHg. Selama darah mengalir melalui sirkulasi sistemik,tekanan menurun secara progressive sampai dengan kira-kira 0 mmHg,pada waktu mencapai ujung vena cava di atrium kanan jantung.Tekanan dalam kapiler sistemik bervariasi dari setinggi 35 mmHg mendekati ujung arteriol sampai serendah 10 mmHg mendekati ujung vena tetapi tekanan fungsional rata-rata pada sebagian besar pembuluh darah adalah 17 mmHg yaitu tekanan yang cukup rendah dimana sedikit plasma akan bocor ke luar dengan kapiler pori,walaupun nutrient berdifusi dengan mudah ke sel jaringan.Pada arteri pulmonalis tekanan bersifat pulsatif seperti pada aorta tetapi tingkat tekanannya jauh lebih rendah,pada tekanan sistolik sekitar 25 mmHg diastole 8 mmHg.Tekanan arteri pulmonal rata-rata 16 mmHg.Tekanan kapiler paru rata-rata 7 mmHg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar