Senin, 23 April 2012

PERNAFASAN

2.6 Faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vitalparu
2.6.1
Usia
 Dalam keadaan yang normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak ± 5liter. Waktu ekspirasi, di dalam paru-paru masih tertinggal ± 3 liter udara. Padawaktu bernafas biasa udara yang masuk ke dalam paru-paru 2600 cc (2,5 liter) jumlah pernafasan. Dalam keadaan normal:
Orang Dewasa : 16-18 kali per menit
Anak-anak : 24 kali per menit
Bayi kira-kira : 30 kali per menitDari keterangan diatas menunjukkan bahwa pada orang dewasa jumlah pernafasannya antara 16-18 kali per menit, pada anak-anak sekitar 24 kali per menit sedangkan pada bayi kira-kira 30 kali per menit. Walaupun pada pernapasan pada orang dewasa lebih sedikit daripada anak-anak dan bayi, akan tetapikapasitas vital paru orang dewasa lebih besar dibandingkan dengan anak-anak dan bayi. Dalam keadaan tertentu keadaan tersebut akan berubah misalnya akibat darisuatu penyakit, pernafasan bisa bertambah cepat dan sebaliknya.Usia berhubungan dengan proses penuaan atau bertambahnya umur. Semakintua usia seseorang maka semakin besar kemungkinan terjadi penurunan fungsi paru.11
 
Faktor yang mempengaruhi sistol dan diastole

 Jenis Kelamin

Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 20 sampai 25 persenlebih kecil daripada pria. Menurut Jan Tambayong “ Kapasitas vital pria 4.8 liter dan wanita 3,1 liter , yang artinya bahwa pria memiliki kapasitas vital paru lebih besar daripada wanita.


 Kebiasaan Merokok 

Kebiasaan merokok dapat menimbulkan gangguan paru berupa bronchitis danemfisema. Pada kedua keadaan ini terjadi penurunan fungsi paru dibandingkandengan yang tidak menderita penyakit tersebut. Selain itu pecandu rokok seringmenderita penyakit batuk kronis, kepala pusing, perut mual, sukar tidur dan lain-lain. Kalau gejala-gejala diatas tidak segera diatasi maka gejala yang lebih buruk lagi akan terjadi, seperti semakin sulit untuk bernapas, kecepatan pernapasan bertambah, kapasitas vital berkurang, dan lain-lain.Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosamembesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak. Pada saluran pernapasan kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnyasel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru terjadi peningkatan jumlah selradang dan kerusakan alveoli. Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruktif paru menahun.Menurut Joko Suyono Inhalasi asap tembakau baik primer maupun sekunder dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan pada orang dewasa. Asap rokok mengiritasi paru-paru dan masuk ke dalam aliran darah. Merokok lebihmerendahkan kapasitas vital peru dibandingkan beberapa bahaya kesehatan akibatkerja

 Kebiasaan Olahraga

Faal paru dan olahraga mempunyai hubungan yang timbal balik, gangguanfaal paru dapat mempengaruhi kemampuan olahraga, sebaliknya latihan fisik yangteratur atau olahraga dapat meningkatkan faal paru. Seseorang yang aktif dalamlatihan fisik akan mempunyai kapasitas erobik yang lebih besar dan kebugaranyang lebih tinggi.Kapasitas vital paru dapat dipengaruhi oleh kebiasaan seseorang melakukanolahraga. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah melalui paru-paru sehingga menyebabkan oksigen dapat berdifusi ke dalam kapiler paru dengan volume yanglebih besar atau maksimum. Kapasitas vital pada seorang atlet lebih besar daripada orang yang tidak pernah berolahraga.2.6.5

Status Gizi

Status Gizi seseorang dapat mempengaruhi kapasitas vital paru. Orang kurus panjang biasanya kapasitasnya lebih dari orang gemuk pendek. Masalahkekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas)merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakittertentu, juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salahsatu cara adalah dengan mempertahankan berat badan ideal atau normal.Berat badan yang berada di bawah batas minimum dinyatakan sebagai
under weight  atau kekurusan, dan berat badan yang berada di atas batas maksimumdinyatakan sebagai over weight atau kegemukan. Orang-orang yang berada di bawah ukuran berat normal mempunyai resiko terhadap penyakit infeksi,sementara yang berada di atas ukuran normal mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit degenerative




 Riwayat Penyakit Paru

Kapasitas vital paru akan berkurang pada penyakit paru-paru, pada penyakit jantung (yang menimbulkan kongesti paru-paru) dan kelemahan otot paru-paru.Penyakit yang dapat mempengaruhi kapasitas paru, meliputi:

Emfisema paru kronik 

Merupakan kelainan paru dengan patofisiologi berupa infeksi kronik,kelebihan mucus, dan edema pada epitel bronchiolis yang mengakibatkanterjadinya obstriktif dan destruktif paru yang kompleks sebagi akibatmengkonsumsi rokok.

Pneumonia

Pneumonia ini mengakibatkan dua kelainan utama paru yaitu penurunan luas permukaan membran pernafasan dan menurunnya resikoventilasi perfusi. Kedua efek ini mengakibatkan menurunnya kapasitas paru.

Atelektasi
 
Atelektasi berarti alveoli paru mengempis atau kolaps. Akibatnyaterjadi penyumbatan pada alveoli sehingga tahanan aliran darah meningkatdan terjadi penekanan dan pelipatan pembuluh darah sehingga volume paru berkurang.

Asma

Pada penderita asma akan terjadi penurunan kecepatan ekspirasi danvolume inspirasi.

Tuberkulosis

Pada penderita tuberculosis stadium lanjut, banyak timbul daerahfibrosis di seluruh paru dan mengurangi jumlah paru fungsional, sehinggamengurangi kapasitas paru

 Pemakaian APD (Pernafasan)

Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenagakerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. APD tidaklah secara sempurna dapat melindungitubuh tenaga kerja, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkinterjadi.Pelindung pernafasan adalah alat yang penting, mengingat 90% kasuskeracunan sebagai akibat masuknya bahan-bahan kimia beracun atau korosi lewatsaluran pernafasan. Alat pelindung pernafasan memberikan perlindungan terhadapsumber bahaya di udara tempat kerja seperti: pencemaran udara oleh gas (uap), pencemaran oleh partikel (debu, asap, fumes), kekurangan O2

.Perlindungan tenaga kerja melalui usaha-usaha teknis pengamanan tempat, peralatan dan lingkungan kerja sangat perlu diutamakan. Namun kadang-kadangkeadaan bahaya masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya, sehingga digunakanalat-alat pelindung diri. Alat-alat demikian harus memenuhi persyaratan:

 Nyaman dipakai

Tidak mengganggu kerja

Memberikan perlindungan efektif terhadap jenis bahayaAlat pelindung pernafasan dapat berupa masker untuk melindungi debu atau partikel-pertikel yang lebih besar yang masuk ke dalam pernafasan, dapat terbuatdari kain dengan ukuran pori-pori tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar