Faktor yang mempengaruhi sistol dan diastole
Jenis Kelamin
Volume dan kapasitas seluruh paru
pada wanita kira-kira 20 sampai 25 persenlebih
kecil daripada pria. Menurut Jan Tambayong “ Kapasitas vital pria 4.8
liter dan wanita 3,1 liter , yang artinya bahwa pria memiliki kapasitas
vital paru lebih besar daripada wanita.
Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok dapat menimbulkan
gangguan paru berupa bronchitis danemfisema.
Pada kedua keadaan ini terjadi penurunan fungsi paru dibandingkandengan yang
tidak menderita penyakit tersebut. Selain itu pecandu rokok seringmenderita
penyakit batuk kronis, kepala pusing, perut mual, sukar tidur dan lain-lain.
Kalau gejala-gejala diatas tidak segera diatasi maka gejala yang lebih
buruk lagi akan terjadi, seperti
semakin sulit untuk bernapas, kecepatan pernapasan bertambah,
kapasitas vital berkurang, dan lain-lain.Merokok
dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan
jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosamembesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah
banyak. Pada saluran pernapasan kecil, terjadi radang ringan hingga
penyempitan akibat bertambahnyasel dan
penumpukan lendir. Pada jaringan paru terjadi peningkatan jumlah selradang dan kerusakan alveoli. Akibat perubahan
anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan
klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruktif paru
menahun.Menurut Joko Suyono Inhalasi asap tembakau baik primer maupun
sekunder dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan pada orang dewasa.
Asap rokok mengiritasi paru-paru dan
masuk ke dalam aliran darah. Merokok lebihmerendahkan kapasitas vital
peru dibandingkan beberapa bahaya kesehatan akibatkerja
Kebiasaan Olahraga
Faal paru dan
olahraga mempunyai hubungan yang timbal balik, gangguanfaal paru dapat mempengaruhi kemampuan olahraga, sebaliknya
latihan fisik yangteratur atau olahraga
dapat meningkatkan faal paru. Seseorang yang aktif dalamlatihan fisik akan
mempunyai kapasitas erobik yang lebih besar dan kebugaranyang lebih
tinggi.Kapasitas vital paru dapat
dipengaruhi oleh kebiasaan seseorang melakukanolahraga. Olahraga dapat
meningkatkan aliran darah melalui paru-paru sehingga menyebabkan oksigen
dapat berdifusi ke dalam kapiler paru dengan volume yanglebih besar atau maksimum. Kapasitas vital pada seorang atlet lebih
besar daripada orang yang tidak pernah berolahraga.2.6.5
Status Gizi
Status Gizi seseorang dapat
mempengaruhi kapasitas vital paru. Orang kurus panjang
biasanya kapasitasnya lebih dari orang gemuk pendek. Masalahkekurangan dan
kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas)merupakan masalah penting, karena selain mempunyai
resiko penyakit-penyakittertentu,
juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan
secara berkesinambungan. Salahsatu cara adalah dengan mempertahankan
berat badan ideal atau normal.Berat badan yang berada di bawah batas minimum
dinyatakan sebagai
under weight atau kekurusan,
dan berat badan yang berada di atas batas maksimumdinyatakan sebagai over weight atau kegemukan. Orang-orang yang berada di bawah ukuran berat normal mempunyai resiko
terhadap penyakit infeksi,sementara
yang berada di atas ukuran normal mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit
degenerative
Riwayat
Penyakit Paru
Kapasitas vital
paru akan berkurang pada penyakit paru-paru, pada penyakit jantung (yang
menimbulkan kongesti paru-paru) dan kelemahan otot paru-paru.Penyakit yang dapat mempengaruhi kapasitas paru, meliputi:
Emfisema paru kronik
Merupakan
kelainan paru dengan patofisiologi berupa infeksi kronik,kelebihan mucus, dan edema pada epitel bronchiolis yang
mengakibatkanterjadinya obstriktif dan
destruktif paru yang kompleks sebagi akibatmengkonsumsi rokok.
Pneumonia
Pneumonia ini
mengakibatkan dua kelainan utama paru yaitu penurunan luas permukaan membran pernafasan dan
menurunnya resikoventilasi perfusi. Kedua efek ini mengakibatkan menurunnya
kapasitas paru.
Atelektasi
Atelektasi
berarti alveoli paru mengempis atau kolaps. Akibatnyaterjadi penyumbatan pada alveoli sehingga tahanan aliran
darah meningkatdan terjadi penekanan dan
pelipatan pembuluh darah sehingga volume paru berkurang.
Asma
Pada penderita
asma akan terjadi penurunan kecepatan ekspirasi danvolume inspirasi.
Tuberkulosis
Pada penderita
tuberculosis stadium lanjut, banyak timbul daerahfibrosis
di seluruh paru dan mengurangi jumlah paru fungsional, sehinggamengurangi
kapasitas paru
Pemakaian APD (Pernafasan)
Alat Pelindung
Diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenagakerja untuk melindungi sebagian atau
seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. APD tidaklah secara
sempurna dapat melindungitubuh tenaga kerja, tetapi akan
dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkinterjadi.Pelindung pernafasan adalah alat yang penting, mengingat 90% kasuskeracunan
sebagai akibat masuknya bahan-bahan kimia beracun atau korosi lewatsaluran
pernafasan. Alat pelindung pernafasan memberikan perlindungan terhadapsumber bahaya di udara tempat kerja seperti:
pencemaran udara oleh gas (uap), pencemaran oleh partikel (debu,
asap, fumes), kekurangan O2
.Perlindungan
tenaga kerja melalui usaha-usaha teknis pengamanan tempat, peralatan
dan lingkungan kerja sangat perlu diutamakan. Namun kadang-kadangkeadaan bahaya
masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya, sehingga digunakanalat-alat
pelindung diri. Alat-alat demikian harus memenuhi persyaratan:
Nyaman dipakai
Tidak mengganggu kerja
Memberikan perlindungan efektif
terhadap jenis bahayaAlat pelindung
pernafasan dapat berupa masker untuk melindungi debu atau partikel-pertikel
yang lebih besar yang masuk ke dalam pernafasan, dapat terbuatdari kain dengan
ukuran pori-pori tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar